Selasa, 13 Desember 2016

LANDASAN TEORI  TIMBULAN  SAMPAH


Grand Theory
Teori utama / teori pendukung variabel penulis tuangkan dalam kerangka pikir atau alur penelitian pada studi ini, mencakup proyeksi pertumbuhan penduduk dan PDRB, timbulan volume sampah, pemilihan jenis dan jumlah kebutuhan truk sampah dan alterhatif pengadaan truk sampah.
Agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan, dalam penelitian ini mengkaji tentang proyeksi pertumbuhan penduduk/PDRB hingga 10 tahun (2010 – 2020), Volume timbulan sampah dan jenis/jumlah truk dan alternatif pengadaannya. Dengan studi kasus Kota Jakarta Timur. Metode pengangkutan dari TPS menuju TPA dengan tipper truck, armroll truck dan compactor truck.
 Applied Theory (Variabel Penelitian)
Teori pendukung yang digunakan atas setiap variabel-variabel penelitian yang digunakan untuk analisa ada dua macam variabel yaitu :
1. Variabel Bebas (Independent Variable) Variabel bebas yang digunakan adalah pertumbuhan penduduk dan PDRB.
2. Variabel Tak Bebas (Dependent Variable) Variabel tak bebas dalam penelitian ini adalah volume timbulan sampah yang dihasilkan
Variabel Independen.
Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi. Dalam penelitian ini yang dimaksudkan sebagai variabel yang mempengaruhi adalah variabel yang dapat mempengaruhi timbulan sampah di Jakarta Timur yaitu :
a. Jumlah penduduk
b. Pendapatan masyarakat / PDRB
Laju tingkat pertumbuhan penduduk Jakarta Timur sebesar 1,03 % per tahun (BPS Kota Jakarta Timur, 2014). Untuk selanjutnya dengan dasar data tersebut dapat diprediksikan jumlah penduduk untuk kurun waktu 10 tahun ke depan terhitung mulai tahun 2010 sampai dengan 2020 sebagai berikut :
Analisis Pertumbuhan Jumlah Penduduk
Rumus Poyeksi penduduk :   (Pn)   =   Po * (1 + r)n
Sebagai dasar analisis pertumbuhan jumlah penduduk dipakai data sensus penduduk Jakarta Timur 2010 dengan laju pertumbuhan 1,03 %.
Analisis Prediksi PDRB
Sebagai dasar analisis berdasarkan pada tingkat pendapatan, pola konsumsi dan penyediaan kebutuhan hidup penduduk wilayah penelitian diasumsikan setara dengan PDRB perkapita (Syafrudin, 1977). Hubungannya adalah pengaruh volume timbulan sampah dari hasil peningkatan konsumsi masyarakat. Untuk prediksi kurun waktu 10 tahun berikutnya. Data analisis prediksi peningkatan PDRB yang digunakan berdasarkan data pertumbuhan PDRB Jakarta Timur mulai  tahun 2010, selanjutnya dilakukan proyeksi PDRB per kapita hingga tahun 2020.
Data yang dihitung berikutnya adalah prediksi/estimasi timbulan sampah Jakarta Timur dalam kurun waktu 10 tahunan terhitung mulai tahun 2010 hingga tahun 2020, selanjutnya dianalisis secara berpasangan antara pertumbuhan penduduk terhadap timbulan sampah serta pertumbuhan PDRB terhadap hal yang sama untuk mendapatkan trendline faktor nilai koefisien korelasi dari hasil regresi dua variabel terkait dengan menggunakan program pengolah data statistik microsoft Excel 2010.
Kerangka pemikiran
Pertama adalah mengidentifikasi penduduk  (proyeksi jumlah penduduk) dan PDRB. Kedua, estimasi volume timbulan sampah dikaitkan dengan kebutuhan truk. Ketiga, Analisis jenis truk sampah dan alternatif pengadaannya terkait dengan keterbatasan anggaran pemerintah.
Bagan Alir
Desain penelitian yang akan diterapkan dalam metodologi penelitian ini disusun dengan mengikuti alur penelitian berikut, dimana menggambarkan tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan, proses analisa dan hubungan antarparameter dan variabel, serta konsep model evaluasi dapat dilihat pada Gambar 2.2 Bagan alir kegiatan penelitian.
Bagan Alir dalam penelitian ini disusun mulai dari tahapan penelitian, Proyeksi jumlah penduduk, estimasi pertumbuhan PDRB per kapita, estimasi volume timbulan sampah, pilihan jenis truk sampah. Tahapan rangkaian kerja kegiatan penelitian yang dilakukan diilustrasikan :
Hasil Penelitian Terdahulu.
Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penanganan dan pengangkutan sampah pada daerah pemukiman, yang dijadikan sebagai referensi awal dalam melaksanakan penelitian ini, antara lain :
          Partisipasi Masyarakat Kawasan Terbangun Terhadap Kebijakan Pengangkutan Sampah Pemerintah Kota Semarang.
Penelitian yang dilakukan oleh Djoko Prakosa (2003) ini, mengkaji keterlibatan masyarakat kawasan terbangun terhadap kebijakan pengangkutan sampah di kota Semarang (studi khasus perumahan Aryamukti Semarang). Hasil penelitian ini merupakan umpan balik bagi stekholder dalam memeperbaiki kinerja pengangkutan :
1.    Partisipasi masyarakat dalam pengangkutan sampah pada tahapan perencanaan maupun tahapan pembiayaan cukup tinggi, sedangkan partisipasi pengembang perumahan masih rendah, terbukti dengan tidak disediakannya TPS, maupun TPA sampah secara permanen.
2.    Partisipasi masyarakat dalam tahapan pelaksanaan juga cukup tinggi tetapi kegiatannya dilaksanakan oleh ketua RT/RW sebagai representasi dari warga, sedangkan partispasi pengembang pada tahapan ini juga cukup tinggi, terlihat dari kontribusi dalam penyediaan lahan.
3.    Kebijakan Pemerintah Kota Semarang tentang retribusi kebersihan belum dilaksankan sesuai dengan kondisi riil dilapangan.
4.    Organisasi pengelola kebersihan di tingkat kelurahan belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
5.    Substansi produk hukum yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam bidang pengangkutan sampah maupun dibidang perijinan bagi pengembang perumahan belum tegas dan belum secara rinci mencantumkan kewajiban pengembang untuk menyediakan TPS.
Manajemen Pengangkutan Sampah Di Kota Amlapura
Penelitian masalah pengangkutan sampah yang di lakukan oleh Mayun Nadiasan (Udayana, 2009) dengan studi khasus di Kota Amlapura, dimana banyak permasalahan mengenai pengangkutan sampah, terutama pada jam sibuk yang berakibat timbulnya kemacetan lalu lintas. Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang ada di Kota Amlapura, belum dipisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik, sehingga sampah masih tercampur dalam satu wadah. Oleh sebab itu kondisi tersebut dikaji lebih mendalam guna memperbaiki manajemen pengangkutan sampah yang ada saat ini.
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan sistem pengangkutan kota Amlapura sampah saat ini. Metode pada SNI 19-2454-2002 digunakan sebagai metode pendekatan untuk penyelesaian permasalahan pengangkutan sampah. Untuk menentukan tarif yang layak guna menunjang operasional pengangkutan sampah digunakan metode penilaian finansial yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR).
Sistem pengangkutan yang dipilih untuk kendaraan compactor truck adalah pola pengangkutan dengan sistem kontainer tetap sedangkan untuk kendaraan arm roll truck adalah pola pengangkutan dengan sistem pengosongan kontainer. Jumlah alat angkut yang diperlukan guna merealisasikan pengangkutan sampah di Kota Amlapura yaitu 4 unit compactor truck untuk mengangkut sampah organik dan 3 unit compactor truck untuk mengangkut sampah anorganik, serta 1 unit arm roll untuk sampah organik dan anorganik dengan waktu pengangkutan sampah selama 6 jam per hari.
Jumlah TPS yang diperlukan adalah berupa bin kontainer dengan kapasitas 0,36 m3 yaitu 213 unit TPS organik dan 137 unit TPS anorganik sedangkan untuk TPS berupa kontainer dengan kapasitas 4 m3 yaitu 5 unit TPS organik dan 3 unit TPS anorganik. Hasil analisa finansial pada investasi peralatan pengangkut sampah di Kota Amlapura dengan sumber dana 100% biaya investasi bersumber dari pinjaman bank adalah Layak dilaksanakan (asumsi BCR = 1) dengan tarif retribusi yang dikenakan yaitu rumah tangga Rp.15.000/KK/bulan, hotel Rp.25.000/ kamar/bulan, restoran Rp.5.000/seat/bulan, toko Rp.30.000/unit/bulan, sekolah dan kantor Rp.20.000/unit/bulan, pedagang pasar Rp.30.000/ pedagang/ bulan, industri kecil Rp. 30.000/bulan dan industri sedang Rp.40.000/bulan.
          Manajemen Swakelola Sampah Dusun Sukunan dan Gondolayu Lor Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian yang dilakukan oleh Surahma Asti Mulasari (2007), dilatar belakangi dengan berbagai permasalahan sampah yang banyak timbul sejalan dengan kemajuan jaman. Dimana pengangkutan sampah melibatkan masyarakat, yang dikenal dengan istilah swakelola sampah. Dengan Studi khasus pada kawasan pemungkiman di Sukunan dan Gondolayu Lor merupakan salah satu daerah yang melaksanakan swakelola sampah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat swakelola sampah, pelaksanaan manajemen swakelola sampah, tingkat keberhasilan swakelola sampah, bentuk partisipasi masyarakat dalam manajemen swakelola sampah, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat di Dusun Sukunan dan Gondolayu Lor.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah : Unit analisisnya yaitu manajemen swakelola sampah di Dusun Sukunan dan Gondolayu Lor. Subjek penelitian diambil secara proposive sampling yaitu sampel diambil dari stakeholder yang terkait dengan swakelola sampah Sukunan dan Gondolayu Lor.
Data pendukung diambil dari dokumen-dokumen terkait dalam rangka triangulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan studi khasus. Analisis data dilakukan dengan explanation-building hasil wawancara, analisis hasil observasi dan analisi dokumen.
Swakelola sampah merupakan kebijakan yang dilaksanakan dan dibangun oleh masyarakat untuk mengatasi sampah dari sumbernya. Faktor-faktor yang mempengaruhi swakelola sampah adalah sejarah komunitas, perasaan memiliki dari masyarakat, permasalahan internal organisasi, struktur komunitas, kapasitas dan peran pemimpin lokal, organisasi perantara, serta kondisi eksternal organisasi.
Swakelola sampah merupakan pemberdayaan masyarakat dan dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan pemerintah dalam mengelola sampah. Peran pemimpin sangat besar dalam pemberdayaan masyarakat. Partisipasi masyarakat Sukunan merupakan strategi untuk mendapatkan dukungan masyarakat, sedangkan partisipasi masyarakat Gondolayu Lor merupakan suatu kebijakan.
Manajemen Pengangkutan Sampah Dalam Rangka Pengembangan Kota Medan Berwawasan Lingkungan
Penelitian yang dilakukan oleh Hotmawati Lidya Pakpahan (2009), mengkaji masalah kecendrungan jumlah penduduk kota yang semakin meningkat serta diikuti kegiatan kota yang makin berkembang, menimbulkan dampak peningkatan dan bervariasinya buangan sampah/limbah masyarakat kota.
Dalam Penelitian ini pengangkutan sampah dipengaruhi 5 aspek yaitu : pembiayaan, kelembagaan, hukum, teknik operasional dan peran masyarakat. Dari kelima aspek tersebut, aspek pembiayaan merupakan aspek yang paling berpengaruh karena sebagian besar kegiatan dalam pengangkutan sampah memerlukan biaya atau dapat dikatakan aspek pembiayaan merupakan ujung tombak dalam pengangkutan sampah.
Hasil penelitian ini, adalah manajemen pengangkutan sampah yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan serta pelaporan di Dinas Kebersihan Kota Medan telah dilaksanakan walaupun belum sesuai harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD dari Retribusi Sampah selama kurun waktu 5 tahun (2004-2008) terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan meningkat yang terlihat dari peningkatan ketertiban masyarakat dalam membayar retribusi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa anggaran pengangkutan sampah, jumlah penduduk, dan tenaga kerja kebersihan secara serempak dan parsial berpengaruh nyata terhadap PAD dari retribusi sampah di Kota.
Hipotesis/Asumsi Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka pemikiran penelitian, maka dikembangkan hipotesis penelitian sebagai berikut :
1.             Proyeksi penduduk dan PDRB per kapita berpengaruh signifikan  terhadap peningkatan volume timbulan sampah dan dapat digunakan sebagai estimasi peningkatan volume timbulan sampah. Dari estimasi volume timbulan sampah dapat diperkiraan jenis/jumlah truk yang dibutuhkan agar sampah dapat terangkut dalam satu hari. Karena penambahan ritasi kendaraan tidak memungkinkan lagi mengingat jarak TPA yang cukup jauh dan kemacetan lalu lintas jalan menuju TPA (20 – 30 Km).
2.             Efisiensi beban biaya atas timbulan sampah dengan menerapkan teknologi pemusnahan sampah langsung di sumbernya dengan teknologi incinerator, sehingga diharapkan dapat menghemat APBD DKI Jakarta. Sehingga pada 2017, dengan pengelolaan sampah di sumber sejumlah 4.500 ton sampah per hari, diharapkan dapat menghemat anggaran 69,2 persen per tahun, atau Rp 486 miliar dari total anggaran Rp 702 miliar. Akhirnya hanya mengeluarkan anggaran untuk 2.000 ton sampah per hari saja, yakni Rp 216 miliar pertahun. Maka, dengan kondisi seperti ini, Pemprov DKI memiliki anggaran untuk membeli truk pengangkut sampah (Pemda mempunyai anggaran lagi untuk beli truk).
3.             Alternatif pengadaan truk sampah (dikaitkan dengan anggaran yang tersedia), dapat dipilih dengan cara beli dan/atau sewa. Kendaraan dengan teknologi konvensional (harga lebih murah), pengadaan kendaraan dapat dengan cara beli. Tapi sebaliknya kendaraan dengan teknologi yang lebih tinggi (harga lebih mahal) pengadaan kendaraan dapat dengan cara sewa.


EFISIENSI BEBAN BIAYA ATAS TIMBULAN SAMPAH DAN ESTIMASI KEBUTUHAN KENDARAAN SAMPAH JAKARTA TIMUR
(Nopember 2015. Herman Herbandi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar