Selasa, 13 Desember 2016



JENIS TRUK SAMPAH


1.      TIPPER TRUCK
Dilengkapi alat pengangkat hidrolis untuk menaikkan / menurunkan / mengangkat BAK dengan sudut angkat sekurang-kurangnya 45o
FUNGSI ALAT: Untuk mengangkut sampah dari sumber / Transfer Depo / Transfer Station keIPST/ WTE/ TPA
Kelengkapan Alat : kaca spion iri kanan, Towing hitch, Hydraulic jack, Tas peralatan beserta peralatannya, Tambang penarik (Tow Rope), Pemadam kebakaran yang digantung di dalam kabin, Perangkat P3K
Kelebihan Alat : Biaya investasi, pemeliharaan lebih murah, mudah diperbaiki dan teknologi convensional.
Kekurangan Alat : Sampah dimuat ke bak truk dengan sovel loader atau dengan tenaga manusia. Sampah mudah jatuh dari bak truk, kurang bersih/ higienis, Estetika kurang baik, tidak praktis dalam pengoperasian, diperlukan banyak tenaga kerja.
2.      ARMROLL TRUCK
Dilengkapi alat pengangkat hidrolis untuk menaikkan / menurunkan / mengangkat container dengan sudut angkatsekurang-kurangnya 45o
FUNGSI ALAT : Untuk mengangkut sampah di dalam container (CON) dari TPS (Transfer Depo / TPST) atau sumber sampah ke TPA atau TIPST
Kelengkapan Alat : 2 kaca Spion iri kanan, Towing hitch, Hydraulic jack, Tas Peralatan beserta peralatannya, Tambang penarik (Tow Rope), Pemadam kebakaran yang digantung didalam kabin, Perangkat P3K
Kelebihan Alat : Container sampah dapat cepat ditarik/diturunkan ke bak truk dengan armroll. praktis dalam pengoperasian, Tidak memerlukan banyak kru.
Kekurangan Alat : kurang bersih/higienis, Estetika kurang baik. Biaya investasi dan pemeliharaan sedang.
3.      COMPACTOR TRUCK
Spek : Dilengkapi alat pengangkat hidrolis untuk menaikkan / menurunkan / mengangkat BAK dengan sudut angkat sekurang-kurangnya 45o
FUNGSI ALAT :  Untuk mengangkut sampah terpadatkan dari sumber / Transfer Depo / Transfer Station ke IPST / WTE/ TPA
Kelebihan Alat : sampah terangkut lebih banyak, Lebih bersih dan higienis, Estetika baik, Praktis dalam pengoperasian, Tidak diperlukan banyak tenaga kerja.
Kekurangan Alat : Harga relatif mahal, Biaya investasi dan pemeliharaan lebih mahal, Waktu pengumpulan lama bila untuk sistem door to door.
4.      STREET SWEEPER TRUCK / TRUK PENYAPU JALAN.
Spek : Dilengkapi dengan alat penghisap sampah Kapasitas 6 m3.
FUNGSI ALAT : Untuk mengumpulkan dan mengangkut sampah jalanan dari jalan-jalan protokol.
Kelebihan : Pengoperasian lebih cepat, Sesuai untuk jalan-jalan protokol yang memerlukan pekerjaan cepat, Estetis dan hygienis, Tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak
Kekurangan : Harga lebih mahal, Perawatan lebih mahal.
5.      SOVEL LOADER (ALAT BERAT)
FUNGSI ALAT : Untuk mengangkat / memuat sampah sampah ke dalam bak truk tipper. Harga perlehan dan biaya operasional relatif mahal.
Penanganan kebersihan di Jakarta Timur dilaksanakan oleh Sudin Kebersihan Jakarta Timur, dengan jumlah truk operasional 176 unit (terdiri dari tipper truk = 77 unit, armroll = 62 unit dan Compactor = 37 unit) (2015). Truk kecil riil bermuatan 1,5 ton, Truk besar ukuran 6 ton.
Jumlah pengadaan truck sampah yang ideal ialah mengadakan truk sesuai kebutuhan. Namun dengan keterbatasan anggaran, maka dapat dipilih beberapa model pengadaan dengan mempertimbangkan :  jenis truk, harga, etetika dan biaya operasional. Penulis menawarkan tiga model pengadaan truk sampah dengan perbandingan yaitu : Tipper : Armroll truck : Compactor.
Beberapa alternatif pilihan jenis truk sampah yang dapat dipertimbangkan perbandingan jumlah : tipper truck, armroll truk dan compactor truk. Model komposisi pilihan yang dapat dipilih ialah dengan perbandingan truk sebagai berikut : Perbandingan (tipper : armroll : compactor) Model 1:2:3 (1 unit tipper berbanding 2 unit armroll dan berbanding 3 unit compactor), atau Model 3:2:1, atau Model 1:1:1. Masing-masing alternatif tersebut berbeda dalam hal pembiayaan / investasi, biaya operasional dan estetika. Model pengadaan yang dipilih dapat menyesuaikan dengan ketersediaan APBD.
Beban biaya yang ditanggung Pemprov. DKI yang besar dan meningkat setiap tahunnya menyebabkan pemerintah tidak mampu membeli truk yang cukup.
Akibat jumlah truk yang kurang, berakibat kondisi sampah di Jakarta Timur belum semua dapat terangkut ke TPA dalam satu hari, hal ini menjadi permasalahan yang harus dipecahkan dalam penelitian ini.
Besarnya penduduk dan keragaman aktivitas di Jakarta Timur, mengakibatkan munculnya persoalan dalam pelayanan masalah sampah. Dinas Kebersihan perkirakan sekitar 87,72% sampah yang dapat terangkut ke TPA dalam satu hari.
Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan aktivitas penduduk yang berarti juga peningkatan jumlah timbulan sampah. Prakiraan timbulan sampah baik untuk saat sekarang maupun di masa mendatang merupakan dasar dari perencanaan, perancangan, dan pengkajian sistem pengelolaan persampahan.
Prakiraan timbulan sampah akan merupakan langkah awal yang biasa dilakukan dalam pengelolaan persampahan. Satuan timbulan sampah di Jakarta dinyatakan sebagai satuan skala liter per orang per hari, yaitu 2,97 liter/orang/hari (0,71 kg/orang/hari).
 Aspek pembiayaan merupakan sumber daya penggerak agar roda sistem pengelolaan persampahan dapat bergerak dengan lancar. Diharapkan bahwa sistem pengelolaan persampahan di Jakarta Timur akan menuju pada tercukupinya anggaran pengelolaan sampah, dengan beberapa alternatif pengadaan truk sampah.
Hasil yang diperoleh dari nilai R2 (penentu) sebesar = 0,99 yaitu nilai prediktor antara pertumbuhan penduduk terhadap timbulan sampah mulai tahun 2010 hingga tahun 2020.
Selanjutnya adalah nilai koefisien korelasi antara tingkat pertumbuhan PDRB dengan timbulan sampah diperoleh  nilai R2 sebesar = 0,99,  dengan dasar kedua hasil yang diperoleh terhadap timbulan sampah mulai tahun 2010 hingga tahun 2020.
Selanjutnya adalah nilai koefisien korelasi antara tingkat pertumbuhan PDRB dengan timbulan sampah diperoleh  nilai R2 sebesar = 0,99,  dengan dasar kedua hasil yang diperoleh dilakukan pembahasan serta pengambilan kesimpulan.
Nilai R2 > 0,8   artinya hubungan antara kedua variabel yang dihitung sangat kuat karena mendekati angka 1 (sempurna) untuk saling mempengaruhi satu dengan yang lain sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Hubungan kedua variabel terkait sangat signifikan maka data proyeksi pertumbuhan/timbulan sampah dapat dipakai sebagai acuan untuk untuk kegiatan operasional persampahan dan penyusunan anggaran.
Langkah awal yang dapat diambil dengan melakukan analisis pada jumlah penduduk, PDRB, volume timbulan sampah dan sampah tak terangkut tiap harinya, analisis efisiensi beban biaya atas timbulan sampah dan usaha mengolah sampah di sumber yang dapat mereduksi sampah hinggan 69,2 %.
Selanjutnya dilakukan perhitungan proyeksi pertumbuhan penduduk serta tingkat pertumbuhan Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) selama kurun waktu 10 tahunan terhitung mulai tahun 2010 sampai dengan 2020.
Dari hasil proyeksi kedua variabel ini akan diperoleh gambaran tingkat pertumbuhannya untuk kemudian dikomparasikan terhadap prediksi volume timbulan sampah yang akan dihasilkan pada waktu yang sama.
Berikutnya dilakukan visualisasi data dalam bentuk grafik yang digunakan untuk diketahui trendline yang terjadi, dari gambar ini akan dimunculkan nilai koefisien korelasi R2 antara pertumbuhan penduduk dan tingkat pertumbuhan PDRB terhadap volume timbulan sampah yang akan dihasilkan. Jika nilai mendekati angka satu (1) maka artinya variabel-variabel tersebut mempunyai kontribusi hubungan maupun pengaruh yang signifikan terhadap timbulan sampah.

EFISIENSI BEBAN BIAYA ATAS TIMBULAN SAMPAH DAN ESTIMASI KEBUTUHAN KENDARAAN SAMPAH JAKARTA TIMUR
(Nopember 2015. Herman Herbandi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar