Sabtu, 31 Oktober 2015

NULIS PUISI SUSAH

Ketrampilan menulis perlu diberikan kepada anak-anak kita. Saya sendiri pernah menulis berbagai artikel, cerpen. Tapi yang belum pernah berhasil saya tulis adalah menulis puisi. Mungkin saya sama sekali tak berbakat nulis puisi. Dulu waktu masih di SMA 29 Jakarta, saya pernah coba nulis puisi. Senang sekali rasanya waktu itu karna puisi saya ---oleh redaksi majalah dinding sekolah---  bisa ditempel di majalah dinding sekolah. Puisi itu menggambarkan perpisahan saya dengan seorang teman (wanita) di stasiun Gambir Jakarta Pusat (waktu itu stasiun Gambir masih belum di renovasi seperti sekarang). Sayangnya saya lupa judulnya. Isinya kira-kira ---yang masih saya ingat--- :  ........Akhirnya jarak diantara kita mengembang jua.... meninggalkan aku seorang diri diantara bangku kosong .......besi rel kereta dan bangku di ruang tunggu penumpang terasa semakin dingin...... (selanjutnya lupa) (Oktober 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar